Disruptive Innovation Learning merupakan Laman Web yang bisa digunakan sebagai tempat pembelajaran online. Didalamnya terdapat banyak menu untuk menyiapkan pembelajaran ataupun melakukan proses pembelajaran baik sebagai guru maupun sebagai peserta didik.
Sebelum melakukan pembelajaran seorang guru terlebih dahulu menyiapkan Rencana Proses Pembelajaran (E-Lesson Plan). Setelah RPP disiapkan guru membuka pembelajaran pada menu E-DO EDU dan mengecek kehadiran peserta didik. Setelah peserta didik online dalam pembelajaran, pembelajaran bisa dimulai.
Pada laman pembelajaran guru bisa berinteraksi dengan peserta didik pada Komentar Kelas seperti gambar diatas. Selain itu guru juga bisa mengirimkan bahan ajar (Video, Animasi, dll) serta tugas pada laman pembelajaran.
Pembelajaran ini membahas materi mengenai asam basa.
Pada awal pembelajaran guru mengirimkan video sebagai pendahuluan. Guru hanya mengirimkan link video karena ukuran video yang terlalu besar untuk dikirimkan melalui Disruptive Innovation Learning. Video yang dikirimkan merupakan video seseorang melakukan percobaan mengenai asam basa menggunakan indikator sederhana.
Setelah peserta didik menonton video, guru menanyakan permasalahan "Apakah ada indikator lain dalam kehidupan sehari-hari yang dapat digunakan sebagai indikator untuk mengidentifikasi asam dan basa?"
Peserta didik merespon sesuai dengan pengetahuannya. Kemudian guru menugaskan kepada peserta didik untuk mencari atau menemukan indikator yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Setelah peserta didik menemukan indikator-indikator apa saja yang dapat digunakan, guru kembali menugaskan peserta didik untuk melakukan percobaan menggunakan indikator yang telah ditemukan sebelumnya dan mengirimkan laporan percobaan melalui blog.
Setelah guru mengecek laporan melalui web, dilakukan evaluasi. Evaluasi yang diberikan berupa soal yang dikemas dalam bentuk TTS.
Ada kendala dalam pemberian evaluasi ini, peserta didik tidak dapat membuka file TTS secara langsung melalui laman pembelajaran pada Disruptive Innovation Learning. Sehingga guru mengirimkan file dan meminta jawaban melalui aplikasi Whatsapp.
Pada soal 4 menurun guru sengaja mengurangi jumlah kotak dan memberikan pertanyaan yang hampir mirip dengan pertanyaan 4 mendatar untuk mengetes pengetahuan peserta didik. Hasilnya peserta didik menyadari bahwasanya jumlah kotak yang disediakan tidak sesuai dengan jawaban. Hal ini menandakan peserta didik cukup memahami materi pembelajaran.
Kelebihan Disruptive Innovation Learning:
1. Pembelajaran tidak perlu tatap muka langsung (Pembelajaran Online).
2. Waktu pembelajaran sesuia keinginan guru dan peserta didik.
Kekurangan Disruptive Innovation Learning:
1. Ukuran file yang dapat dikirimkan terbatas
2. Pada saat mengirimkan file evaluasi, peserta didik tidak dapat membuka file evaluasi








apa aslasan anda memberikan TTS sebagai evaluasi?
BalasHapusAlasan utama saya memberikan TTS sebagai alat evaluasi untuk memberikan pengalaman baru siswa dalam mengerjakan tugas. Bentuk soal yang menarik membuat siswa tertarik dan brsungguh-sungguh dalam mengerjakan tugas.
HapusMenurut anda apakah pembelajaran dengan menggunakan aplikasi disruptive innovation ini dapat membantu siswa lebih mudah memahami materi pelajaran dibandingkan dengan pembelajaran konvensional?
BalasHapusPertanyaan selanjutnya, kita tahu bahwa pada pembelajaran konvensional lebih memudahkan pendidik dan peserta didik untuk berinteraksi secara langsung. Hal ini dapat menciptakan kedekatan emosional antara peserta didik dan pendidik Sehingga proses transfer of knowledge dari materi pelajaran bisa berjalan lebih efektif. Lalu menurut anda apakah dengan pembelajaran online seperti ini tidak menghilangkan kedekatan emosional peserta didik dan pendidik?
Pembelajaran berbasis web seperti ini memberikan pengalaman baru kepada siswa. Tentu saja setiap siswa menanggapi dengan berbeda, ada yg tertarik ada juga yang tidak. Siswa yang tertarik dengan pembelajaran seperti ini biasanya tidak ada masalah dengan kedekatan emosional yang anda sebutkan berbeda halnya dengan siswa yang dari awal tidak tertarik dengan pembelajaran berbasis web ini.
HapusBerdasarkan pengalaman anda selama menggunakan website disruptive innovation, apa saran anda untuk perbaikannya?
BalasHapusuntuk saran tentunya menjawab kekurangan dari pembelajaran berbasis web ini seperti perlunya peningkatan ukuran maksimal file upload serta penambahan format file yg di upload pada laman web pembelajaran ini.
Hapus
BalasHapusShissy Shita28 November 2019 16.22
Artikel yang menarik, apakah ada kendala pada saat anda menerapkan aplikasi tersebut? Dan bagaimana pendapat anda tentang penggunaan aplikasi tersebut dalam pembelajaran di sekolah?
Kendala tentu saja ada, mengingat hal ini baru digunakan ileh siswa.
HapusPenggunaan pembelajaran berbasis web seperti ini memiliki kelebihan, sehingga cocok untuk diterapkan. Mengingat tidak perlu adanya tatap muka langsung
dalam prses pembelajaran apakah aplikasi ini sudah efektif?
BalasHapusMengingat pembelajaran berbasis web seperti ini masih terbilang baru, tentu saja belum cukup efektif dalam proses pembelajaran.
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusBagaimana ketercapaian tyjuan pembelajaran dengan pembelajaran descruptive learning dan konvensional?
HapusUntuk ketercapaiannya sama dengan pembelajaran kinvensional
Hapusdisruptive ini sangat menarik karena bisa membantu siswa dan pendidik memebrikan pengalaman belajar walau jarak jauh..
BalasHapusIyaa, setuju
Hapusmenurut anda apakah disruptive ini dapat diterapkan disetiap materi kimia?
BalasHapustentu saja bisa dengan metode yang berbeda
Hapus